Jejak Umar bin Khattab Berwakaf Kebun

Mari menapaki jejak Aksi dan teladan wakaf dari sosok sahabat Rasulullah SAW yakni Umar bin Khattab ra. Siapa yang tidak mengetahui sosok Umar Bin Khattab, salah satu sahabat Nabi yang Sholeh, Kuat, gagah dengan julukan Singa Padang Pasir. Bahkan syetan pun terbirit-birit mendengar namanya. Dibalik kegarangannya Umar mempunyai iman yang tinggi, ia ingin dicintai Allah. Bahkan mewakafkan harta yang paling ia cintai.

Menurut riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Umar bin Khattab, Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki sebidang tanah di Khaibar, yang aku belum pernah memiliki tanah sebaik itu. Apa nasihat engkau kepadaku?” Rasulullah SAW menjawab: “Jika engkau mau, wakafkanlah tanah itu, sedekahkanlah hasilnya”

Lalu Umar mewakafkan tanahnya yang ada di Khaibar (di sekitar Kota Madinah) itu dengan pengertian tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan. Ibnu Umar mengatakan, Umar bin Khattab menyedekahkan hasil tanah itu kepada fakir miskin dan kerabat serta utk memerdekakan budak utk kepentingan di jalan Allah SWT, orang terlantar dan tamu.

Peristiwa ini terjadi setelah pembebasan tanah Khaibar pada tahun ke-7 Hijriyah. Pada masa Umar bin Khattab menjadi Khalifah, ia mencatat wakafnya dalam akte wakaf dengan disaksikan oleh para saksi dan mengumumkannya.

Pada zaman Rasulullah SAW, sahabat berlomba-lomba untuk berwakaf, memberikan harta dan aset mereka di jalan Allah. Sebab besar sekali ganjarannya. Mengalir terus pahala meskipun usianya terputus.