Wakaf Produktif untuk Pahala Selamanya

Menjaga keberlanjutan dan kebermanfaatan wakaf adalah tantangan tersendiri. Wakaf saat ini pun secara utilitas hanya dikenal sebatas untuk Masjid, Madrasah dan Makam yang notabene bersifat cost center atau mengeluarkan biaya.

Menilik Sejarah wakaf, justru Rasulullah SAW mengajarkan wakaf dikelola secara produktif. Hal ini terlihat dari percakapan Rasulullah ketika Sahabat Umar bin Khatab bertanya yang termaktub pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar yang berkata, Bahwa sahabat Umar RA, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar RA, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, umar berkata: ‘Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?’ Rasulullah SAW bersabda: Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibah kan, dan tidak diwariskan.

Ibnu Umar berkata lagi: Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau member makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.

Oleh karenanya wakaf produktif perlu menjadi mindset dalam mengelola benda wakaf, agar pahala wakaf terus mengalirkan pahala dan mafaat selamanya.

Wakaf produktif adalah harta benda atau pokok tetap  yang diwakafkan untuk dipergunakan dalam kegiatan  produksi dan hasilnya di salurkan sesuai dengan tujuan  wakaf seperti wakaf tanah untuk digunakan bercocok  tanam, Mata air untuk dijual airnya dan lain – lain.

Atau wakaf produktif juga dapat didefenisikan yaitu  harta yang digunakan untuk kepentingan produksi baik  dibidang pertanian, Perindustrian, perdagangan dan  jasa yang menfaatnya bukan pada benda wakaf secara  langsung, tetapi dari keuntungan bersih dari hasil  pengembangan wakaf yang diberikan kepada orang –  orang yang berhak sesuai dangan tujuan wakaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *