Wakaf Cluster Khaibar

Wakaf Cluster Khaibar

Wakaf Warrior adalah Gerakan membangun peradaban wakaf melalui program wakaf produktif berbasis entrepreneur dan relawan, Wakaf Warrior menjangkau semua lini bisnis dan kehidupan untuk mengajak siapapun yang tergerak hatinya menghidupkan dan mengembangkan  wakaf di Indonesia.

Salah satu program atau proyek wakaf produktif yang dikembangkan oleh wakaf warrior adalah Wakaf Kavling Produktif Cluster “KHAIBAR” dengan target seluas 100 Hektar.  proyek ini akan melibatkan seluruh stakeholder warga sekitar terutama para petani yang menjadi bagian dari proses pengelolaan dan pengolahan hasil kebun.

Cluster KHAIBAR sebagai prototype wakaf produktif kekinian yang mengelola komoditas perkebunan dari hulu sampai hilir sehingga memiliki nilai tambah tinggi dan memberikan produktifitas hasil yang besar, bayangkan 40 Milyar per tahun diproyeksikan menjadi pendapatan hasil wakaf produktif ini yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat atau mauquf ‘alaihi dalam berbagai program kemandirian dan pemberdayaan.

Cluster KHAIBAR merupakan cara menghidupkan aksi wakaf dan teladan wakaf dari sosok sahabat Rasulullah SAW yakni Umar bin Khattab ra. Siapa yang tidak mengetahui sosok Umar Bin Khattab, salah satu sahabat Nabi yang Sholeh, Kuat, gagah dengan julukan Singa Padang Pasir. Bahkan syetan pun terbirit-birit mendengar namanya. Dibalik kegarangannya Umar mempunyai iman yang tinggi, ia ingin dicintai Allah. Bahkan mewakafkan harta yang paling ia cintai.

Menurut riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Umar bin Khattab, Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki sebidang tanah di Khaibar, yang aku belum pernah memiliki tanah sebaik itu. Apa nasihat engkau kepadaku?” Rasulullah SAW menjawab: “Jika engkau mau, wakafkanlah tanah itu, sedekahkanlah hasilnya”

Lalu Umar mewakafkan tanahnya yang ada di Khaibar (di sekitar Kota Madinah) itu dengan pengertian tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan. Ibnu Umar mengatakan, Umar bin Khattab menyedekahkan hasil tanah itu kepada fakir miskin dan kerabat serta utk memerdekakan budak utk kepentingan di jalan Allah SWT, orang terlantar dan tamu.

Peristiwa ini terjadi setelah pembebasan tanah Khaibar pada tahun ke-7 Hijriyah. Pada masa Umar bin Khattab menjadi Khalifah, ia mencatat wakafnya dalam akte wakaf dengan disaksikan oleh para saksi dan mengumumkannya.

Pada zaman Rasulullah SAW, sahabat berlomba-lomba untuk berwakaf, memberikan harta dan aset mereka di jalan Allah. Sebab besar sekali ganjarannya. Mengalir terus pahala meskipun usianya terputus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *